Breaking News

7 Kuliner Enak Di Bogor, Jajal Sate Sumsum Pak Oo Yang Legendaris Favorit Wisatawan

kuliner bogor

Jadi dalam daerah air mancur kamu harus lebih teliti tidak sampai terlewat. Setiap harinya Mang endang mengaku memerlukan sekitar 60 kg kesudahan per ekor sapi baru. Jika rata-rata seekor lembu menghasilkan 4-6 kg upaya per buntut, maka setidaknya ada ekor sapi dengan dijadikan sop.

Pemerintah Kota Kab. bogor, telah lama merencanakan daerah Surken sebagai salah wahid destinasi wisata di Metropolis Bogor. Sejak dua tahun terakhir, Pemkot Bogor habis-habisan memperbanyak kawasan pedestrian. Dirangkum TribunTravel dari berbagai titik berat, berikut ini 7 kuliner malam di Bogor dengan wajib dicicipi.

Saat itu Kue Lapis Bogor Sangkuriang dalam satu hari sanggup memproduksi 350 box, perbox dijual dengan harga Rp. Keunggulan dari Kue lapis Bogor selain tekstur yang lembut dengan aroma yang khas, kue ini mampu bertahan hingga 7 hari. Proses produksi yang higienis, bentuk dan rasa yang unik, serta penyajian yang inovatif membuat brownies Amanda tetap menjadi leader untuk produk sejenis.

Hanya aja Ngo Hiang di Bogor ini sudah mengalami perubahan dengan Ngo Hiang yang aslinya dari kuliner China. Ngo Hiang di Bogor ini merupakan perpaduan kuliner asli China dengan selera Bogor. Bentuknya sekilas mirip dengan batagor, dengan siraman bumbu kacang yang sangat sedap aroma dan rasanya. Berkat ketekunan usaha, ibadah dan rajin bersedekah, serta spiritual management yang baik, usahanya ini terus berkembang, hingga seperti sekarang, dengan jumlah outlet 40 di seluruh Indonesia. Kini, warung steak ini telah menjadi peluang usaha yang bagus dikarenakan mampu mengubah stigma mahal yang sudah sangat melekat pada masakan Eropa.

Contohnya adalah steak hanya bisa dinikmati oleh kalangan menengah ke atas, dari sinilah akhirnya timbul gagasan untuk membuat steak dengan harga yang terjangkau oleh kantong mahasiswa. Selanjutnya, potongan dodongkal ditaburi kelapa yang diserut kasar dan dikukus. Menu nikmat ini bisa didapat seharga Rp5 ribu per porsi bahkan di kampung-kampung dijual hanya Rp500 per buah. Kehendak dodongkal wujud tidak hanya dari bahan-bahannya, tapi juga alat memasaknya. Bahan-bahan itu dikukus secara cetakan dari anyaman maujud kerucut lalu dimasukkan di alat pengukus khas konvensional Sunda, seeng.

About Yudpram

Check Also

Sejarah Cirebon

Namun, ada beberapa dengan membuatnya dengan menggunakan instrumen pengolah makanan agar dapat lebih cepat dalam …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *